7×24 jam dalam dimensi 25×5 meter

 


Bayangkan jika Anda tinggal dan menjalani kehidupan dalam dimensi 25×5 meter tanpa signal handphone dan juga tanpa interaksi dengan orang-orang diluar dimensi tersebut. Mungkin bagi beberapa orang ada yang bertanya, mengapa harus tinggal disana? mengapa harus menghabiskan waktu disana? bukankah kita bisa bergerak dan pergi kemanapun kita suka. Bahkan dengan bantuan internet sebagai media kita bisa pergi ke melihat bagaimana Jerman dimalam hari, Amerika disiang hari, Afrika disore hari ataupun bahkan Australia dipagi hari? Yap, hanya dalam hitungan detik, Anda bisa berselancar ria dalam dunia maya tenggalam dalam gambar-gambar dan bahkan video-video tentang negara-negara tersebut.

Dalam catatan ini, saya ingin berbagi mengenai pengalaman saya berlayar dengan kapal yacht (yang membuat saya berasa seperti orang kaya) selama tujuh kali dua puluh empat jam. Berkelilingi di perairan wilayah Lumbung Ikan Nasional dan berinteraksi hanya dengan empat orang, serta tidak nyebur ke air sama sekali (pitty karena sekarang diver pemula, kalau melihat air dan laut bawaannya adalah pengen nyemplung :D).


Setelah tujuh hari berturut-turut saya merasa orang yang paling beruntung mendapatkan tugas (kesempatan) dari kantor untuk bergabung dalam kegiatan ini. Tujuh hari yang membuat saya berpikir dan banyak berkontemplasi akan kehidupan dan rencana untuk beberapa tahun ke depan. Klise mungkin dibaca, namun tujuh hari tanpa mendengar bisingnya suara kendaraan dan membaca berita yang tak jarang bersifat negatif yang tersebar luas diberbagai media massa. Tujuh hari tersebut mungkin adalah tujuh hari yang bisa membantu stress release atau pressure yang saya hadapi (well mungkin lebih bijak jika saya tulis, tantangan yang saya hadapi).

Adapun beberapa pembalajaran dan cerita yang saya ingat dan ambil pembelajarannya dari tujuh hari dalam dimensi 25×5 meter adalah:

  • Lebih mengenal diri sendiri dan lebih memaknai setiap usaha yang orang lain lakukan untuk kita. Disini, saya sangat berterima kasih kepada Pak Yani sebagai Captain yang membawa kapal dan Pak Jemmy yang merangkap sebagai Engineer dan juga Chef. Masakan beliau enak sekali, beliau juga memerhatikan nilai-nilai gizi yang kami perlukan selama perjalanan. Setiap pagi saya dibuatkan teh panas (tanpa gula) ketika saya keluar dari kabin dan bersiap untuk melakukan kegiatan. Selalu ada ucapan selamat pagi and did you sleep well? (kalimat yang saya rindukan juga jika lagi mengerjakan sesuatu atau fieldwork dengan orang non-Indonesia (khususnya), I know it’s only a small talk but mean something for me at least. Sarapan dengan salad buah, lunch dengan sandwhich (tuna, sosis, burger), dan dinner dengan makanan (hangat) mulai dari (buncis dan ikan sambal, ayam semur dan brokoli, rendang dan tumis wortel-buncis, ayam goreng).
  • Lebih mengenal rekan Anda (jika anda travel dengan orang lain), hal ini tentunya dalam proses atau selama perjalanan akan ada satu dua hal yang tak jarang membuat kita geram. Nah disini, Anda akan paham bagaimana kawan/rekan anda bereaksi terhadap hal tersebut. Bisa jadi orang yang Anda pikir really good become like a monster and vice versa.
  • Anda akan lebih belajar tentang menghargai dan mengapresiasi sedikit dan sebanyak apapun yang Anda dapatkan. Saya ingat betul, dihari kedua saya melakukan kegiatan, kami menemukan apa yang kami cari-cari dan kondisi cuaca sangat bagus, perjalanan lancar dan semuanya terasa perfect. Semua orang pun senang, makan malam dihiasi dengan cerita sepanjang hari dan penuh canda tawa. Namun, berselang dua hari berikutnya, cuaca tidak mendukung, mendung, kami hanya menemukan satu/dua hal yang kami cari dan benar, suasana makan malam menjadi rasanya kurang berselera.
  • Langit rasanya begitu luas dan saya adalah benda kecil dibawah taburan bintang dan diatas lautan yang luas. Benar saja, malam itu saya duduk dan menghabiskan waktu di dek depan, ketika kapal telah bersandar. Bintang-bintang banyak sekali di langit, malam itu terang benderang, angin laut pun sejuk menyapa, tidak dingin, sejuk nya sempurna. Dalam hati saya bicara, terima kasih atas semuanya Ya Allah 🙂 Engkau Maha Baik untuk hamba mu yang seringkali lalai.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *