Biodiversitas hewan laut dan payung hukum di Indonesia


Biodiversitas adalah salah satu aspek yang dapat dinilai secara langsung dengan melihat jumlahnya. Maka dari itu, mengetahui seberapa banyak spesies yang ada di darat dan di laut adalah salah satu bentuk ilmu fundamental dalam dunia sains. Namun, informasi ini masih sangat terbatas ketersediaan datanya. Berbagai hal menjadi tantangan untuk menuliskan angka pasti seberapa banyak jumlah spesies yang kita ketahui. Studi yang dilakukan oleh Mora, dkk (2011) memprediksikan bahwa sebanyak ~2.2 juta spesies yang hidup dan tinggal di laut di seluruh dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi. Terdiri dari 590 spesies karang batu (stony coral), 210 karang lunak (soft coral) dan 350 spesies gorgonian (Hutomo dan Moosa, 2005). Sedangkan dari grup udang-udangan sekitar 1.400 spesies (Brachyura), dari grup moluska 1.500 spesies dan jenis kerang-kerangan sekitar 100 spesies. Beberapa spesies lainnya dari kelas echinodermata: crinoids, asteriods, holothuria secara berurutan yakni 91, 87 dan 142 spesies. Untuk kelas sponge (demospongia) terdiri dari 830 spesies dan mamalia laut lebih dari 30 spesies yakni termasuk di dalamnya lumba-lumba, paus dan dugong. Tumbuhan laut yang terdiri dari makro algae meliputi algae hijau, alga coklat dan alga merah dengan jumlah 196, 134 dan 452 spesies (Dokumen dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2014).

Berdasarkan tingginya angka biodiversitas spesies laut yang Indonesia miliki, Indonesia berkewajiban secara internasional untuk melindunginya. Tingginya angka kerusakan lingkungan hingga menyebabkan kehilangan spesies tertentu menjadi perhatian pemerintah untuk menerbitkan payung hukum terkait perlindungan spesies. Menghadiri dan turut serta dalam konvensi internasional hewan dan tumbuhan langka yang dilindungi/Convention on International Endengered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang diturunkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Secara lengkap mengenai spesies yang dilindungi dapat dibaca disini.

Referensi:

  • Hutomo, M., & Moosa, M. K. (2005). Indonesian marine and coastal biodiversity: Present status.
  • Mora, C., Tittensor, D. P., Adl, S., Simpson, A. G., & Worm, B. (2011). How many species are there on Earth and in the ocean?. PLoS biology9(8), e1001127.
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *