Catatan minggu pertama di Bali


Bali!!! Yes, Pulau Dewata, sangat terkenal dan menjadi tujuan destinasi wisata dunia. Sampai-sampai ada yang mengenal Bali namun tidak mengenal Indonesia. Perlu saya sampaikan saudara-saudara bahwasanya Bali adalah salah satu pulau di Indonesia. šŸ˜€

Terbang kembali memori saat saya dan kawan-kawan kuliah di Malang mengobrol dan membahas berkeinginan tinggal dimana. Jawaban saya akan selalu mengarah ke empat kota yakni Malang, Yogyakarta, Bandung dan Bali. Jelas alasannya jika saya ingin tinggal di Malang, karena memang saya meneruskan studi di kota ini, selama 4 tahun memanfaatkan waktu di kota Apel. Sedangkan Yogyakarta, entah kenapa menurut saya Yogya dapat menawarkan hal yang menarik jika dijadikan sebagai kota tempat tinggal. Kota yang terkenal dengan kota pelajar juga kota wisata yang penuh budaya. Ditambah lagi ketika saya kecil, liburan yang paling teringat adalah ke Yogya. Jikalau Bandung mungkin alasan saya ini kurang bisa dijelaskan dengan baik oleh nalar dan tak cukup beralasan. Ingin tinggal di Bandung karena Pak Habibie juga punya rumah di Bandung. Nah, saya juga ingin ketika saya berumur mungkin 3-4 tahun saya pernah ke Bandung, iya berwisata di kota yang katanya adem itu. Kalau Bali, jelas karena merupakan destinasi wisata dan banyak bulenya jadi menurut saya misalkan saya tinggal di Bali dan memiliki jejaring bisalah mungkin melatih sedikit-sedikit bahasa Inggris, selain itu Bali juga terkenal sekali dengan destinasi wisata air mulai dari snorkeling, diving, surfing, kite surfing, dan lainnya.

Okay, entah bagaimana ceritanya dan sampailah sekarang dalam chapter saya tinggal di Bali. Alhamdulillah memiliki kesempatan untuk bergabung dan belajar lebih banyak lagi di Coral Triangle Center, saya diberikan waktu untuk belajar selama 3 bulan di Bali (probation). Memoar obrolan ingin tinggal di Bali ternyata sekaranglah waktunya :). (Ingat andai-andaikan saja kawan-kawan mau tinggal dimana, masalah akan terjadinya kapan itu sudah tertulis kok ).

Matahari mulai tenggelam, semburat oranye yang bergaris tak beraturan mewarnai langit Bali. Pesawat yang saya tumpangi telah landing di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Alhamdulillah penerbangan Surabaya-Bali aman tanpa kurang suatu apapun. Segera mengambil luggageĀ dan memesan taksi menuju tempat penginapan. Tempat tinggal yang sudah difasilitasi oleh kantor untuk saya tempati selama seminggu ke depan (selama proses pencarian kosan).Ā Ā Merasa segan untuk keluar hotel, akhirnya saya memesan makanan untuk makan malam di hotel, menu pertama yang saya coba adalah gado-gado :D.

Keesokan harinya, saya resmi memulai masa probasi saya. Hari pertama, manager saya menjelaskan mengenai informasi-informasi fundamental yang ada di instansi, diperkenalkan dengan coworkers saya yang lainnya. Beliau-beliau sangat kooperatif sekali dan juga terbuka. Hari ini, saya juga resmi mendapatkan akun email di tempat saya bekerja. Sebagai tambahannya, dijelaskan beberapa hal lainnya terkait dengan tata cara mengisi laporan seperti laporan bulan, cuti tahunan, pengajuan ijin cuti, liburan, jam kerja, pakaian dan lain sebagainya. Nice,,, informasi yang saya dapatkan hanya ini mencakupi beberapa hal primer yang saya rasa memang sangat saya perlukan.

Hari kedua, saya bertemu dengan salah satu coworker senior. Beliau menjelaskan kepada saya mengenai program yang ada secara lebih mendetail. Saya sendiri sampai terkagum-kagum dengan kesabaran dan ketelitian beliau dalam menjelaskan. Hal ini membuat saya tidak sungkan untuk segera menginterupsi jika ada pernyataan yang kurang saya mengerti. Kebiasaan dilatihnya menjadi mahasiswa di WUR adalah kita boleh interupsi jika memang di kelas ada hal yang kurang jelas dan bertanya secara langsung (tentunya dengan cara yang sopan ya).Ā  Lalu saya menyempatkan diri untuk bertanya dan berkomunikasi dengan coworker yang sebelumnya diposisi saya sekarang. Beliau dengan baik menjelaskan beberapa hal terkait pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Intinya, saya banyak mendapatkan masukan serta informasi baru.

Hari ketiga, saya diperkenalkan oleh managerĀ dan bertemu dengan executive director. Saya belajar lebih banyak lagi dengan mengamati bagaimana interaksi seorang director dan manager serta coworker lainnya. Ternyata inilah ilmu yang saya belum dapatkan selama menjalani pendidikan di bangku perkuliahan. Sebagai catatan, hari ini saya di ajak untuk ikut meeting via telpon dengan client dari Timor Leste. Saya menyimak bagaimana tata cara berkomunikasi yang baik dan mencatat apa saja hal-hal penting serta memberikan kesimpulan (mengulangi poin penting dari pembicaraan telepon) dan menutupnya dengan salam. Saya jadi ingat ketika saya berperan sebagai student committee di jurusan saat saya studi di WUR. Ah,, ternyata inilah praktik nyatanya šŸ˜€

Hari keempat, saya terlambat bangun. Iyap ini karena malam sebelumnya menyempatkan diri berjalan di sekitaran hotel (Tamblingan) hingga ke Pasar Sindu. Mencari sesuatu yang memungkinkan untuk saya santap sebagai makan malam. Namun sayang, saya yang niatnya ingin membeli terang bulan terpaksa harus pulang dengan roti bakar. Hari ini saya mulai mempelajari beberapa files dalam bentukĀ power point yang telah di provide oleh coworker saya. Membaca banyak hal-hal baru dan mulai juga menulis beberapa artikel singkat untuk newsletter. Sore harinya, saya sempat mencoba mencari kos-kosan, ditemani dengan Sila, alumni UNPAD yang sekarang sedang bekerja di salah satu NGO terumbu karang.

Hari kelima, menyenangkan,,, hari ini pagi-pagi saya membaca beberapa news dan beberapa artikel lainnya yang telah masuk ke email melalui google alert. Saya membaca beberapa hal menarik dan mampu menuliskan dua artikel singkat tentang tulisan tersebut. Jam 2 siang, coworker dan 2 interns, kamiĀ bermain permainan yang dibuat oleh tim tempat saya bekerja. Game ini sangat seru sekali, mengajarkan banyak hal tentang ekosistem-ekosistem yang ada, sumberdaya yang mereka sediakan serta dampaknya jika ekosistem tersebut rusak. Sore harinya ditemani oleh coworker lainnya, saya dibantu untuk kembali mencari kos-kosan, alhamdulillah dari beberapa kos yang saya datangi ada beberapa pilihan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan, baik dari segi kebersihan, keamanan, harga, jarak dan juga lingkungannya. Yuhuuu,,,, 5 hari kerja di minggu pertama tak terasa sudah terlewati.

Hari keenam dan ketujuh, weekend… Horraaaayyy,,, saatnya mengambil jatah dan memanfaatkan sebaik mungkin dengan melihat hal-hal baru. Pagi itu, saya mengirimkan pesan singkat kepada kawan, menanyakan apakah ia memiliki agenda hari ini. Beruntungnya saya, dia tidak memiliki agenda dan mau saya repotkan untuk menemani saya mencari-cari calon kosan. Setelah berkeliling dari pukul 9 hingga pukul 11.43 kamipun alhamdulillah akhirnya menemukan kosan yang menurut saya sangatlah cocok. Selanjutnya kamipun melanjutkan tujuan berikutnya yakni mengunjungi objek wisata Pura Tampak Siring, atau dikenal dengan Tirta Empul (baca: disini). Berikutnya kamipun janjian kembali untuk mengunjungi objek wisata lainnya (baca: disini)

Setiap sore biasanya setelah pulang, sayapun menyempatkan diri menyeduh teh hangat, duduk di teras sembari menikmati hijaunya pohon-pohon yang ada sembari membaca buku karyanya Noam Chomsky yang berjudul Who Rules the World? Namun jujur hingga saat ini sayapun belum begitu paham isinya :D.

Be Sociable, Share!

1 thought on “Catatan minggu pertama di Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *