Direct Ducth

Wageningen, 18 Agustus 2015.

WP_20150813_15_20_53_Pro__highresHari ini adalah hari ke-empat dalam acara AID di Universitas Wageningen. Sedikit banyak saya mulai menemukan typical ducth yang dulunya hanya saya dengar dari beberapa orang. Berikut hal yang saya temui dalam empat hari terkait orang belanda (general berdasarkan fakta yang saya temukan di lapang, mungkin tidak semua akan begitu):

1. Waktu sangat dihargai, mereka merasa dan beranggapan jika seorang telat maka orang tersebut tidak menghargainya. Memang dari beberapa orang Belanda yang saya temui sangat menganut ketepatan waktu dan bahkan ada yang bereaksi berlebihan dengan tatapan sinis dan mengungkapkan bahwa “I hate people who are being late”. Namun, ada juga yang memberikan kelonggaran dengan alasan yang jelas. Akan tetapi, di Jepang berdasarkan pengalaman selama 8 hari, saya merasakan di Jepang lebih perhitungan akan waktu (pendapat sementara)

2. To do point, sempat kaget saya ketika mentor saya memperingati seorang teman dalam kelompok bahwa yang dilakukan tidak sopan dan tidak disukainya. Sebagai contohnya: jika ingin meminta tolong untuk diambilkan segelas air dikatakan dengan “would you like to give me a cup of water, please”. Sedangkan seorang teman saya mengatakan “a water please”. Sontak saja mentor saya bilang “xxx, I do not like the way you asking for water, it’s impolite”. Then, ada argumen tambahan,,,,,.
Kemudian, hal lainnya yang saya temui yaitu ketika kelompok kami sedang berdiri di lembaran schedule yang tertempel di dinding, salah seorang ducth lainnya mengatakan “you stand right in fron of the schedule, can you just move in order anyone else can see it”. Then, jawaban yang mentor saya berikan yaitu “I will not move, you have to ask me to move”.

3. Jika berkunjung ke rumah orang Belanda sebaiknya membuat perjanjian sebelum berkunjung dan diusahakan membawa sesuatu. Salah satu program diadakan dirumah mentor, kemudian yang dilakukan adalah jika kita berpergian dalam keadaan cuaca yang kurang baik, hujan misalnya yang mengharuskan kita menggunakan coat maka yang kita lakukan sesampainya dirumahnya adalah mencari tempat coat dan langsung menggantungkannya. Kemudian, jika ada sesuatu makanan di atas meja, no need permission to open it. Mereka bilang apapun yang ada di meja memang sudah dipersilahkan untuk dimakan.

Namun, ada juga beberapa fakta yang saya temui bahwa ada juga beberapa ducth yang tidak secara direct mengatakan sesuatu lalu mereka hanya menghindari orang tersebut dan sesekali membicarakan kalau tidak menyukainya kepada orang lain. See, apa yang saya temui dalam 4 hari ini hanya pendapat dangkal yang tidak disertai sumber lainnya namun saya yakin memang dibelahan negara manapun pasti yang akan temukan itu sisi positif dan negatif. Apa yang kita saksikan dimedia bahwa misalnya orang Belanda itu a, b, c, … pasti akan juga anomali nya dengan ax, bx, cx,…

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *