Gong Perdamaian Ambon


Semenjak berimigrasi menjadi warga Ambon 23 Mei 2018 yang lalu, saya tidak banyak mengetahui sejarah tentang Ambon dan belum memiliki rasa penasaran untuk mengulik sejarahnya, masyarakatnya, tempat wisata, museum dan sebagainya. Hingga akhirnya rasa penasaran itupun datang ketika seorang kawan berkunjung ke Ambon dan mengajak untuk mengunjungi gong perdamaian.

Handphone saya berdering, ting… layarnya menjadi lebih cerah dan notifikasi menunjukkan pesan melalui akun instragram. Pesan singkat untuk janjian bertemu di Gong Perdamaian pukul 3 sore. Awalnya agak merasa kurang yakin, jam tiga sore, saatnya matahari sedang memiliki intensitas tinggi, suhunya terasa dibumi. Tapi ternyata tidak, jam tiga sore kali ini memberikan nuansa bersahabat dengan panas yang tidak berlebihan dan cerah. Setelah menunggu lebih dari lima menit, tidak ada angkot yang lewat untuk membawa saya menuju ke lokasi Gong Perdamaian. Akhirnya bermodalkan aplikasi di handphone saya pun memesan grab ride. Kurang dari tiga menit, layanan jasa grab ride yang akan mengantarkan saya sudah tiba. Tidak lebih dari 15 menit kemudian, sayapun sudah sampai di lokasi, kurang beberapa menit dari jam tiga sore.

Mengirimkan pesan singkat sayapun mengabarkan kepada kawan, bahwa saya sudah dilokasi janjian. Ternyata iapun dalam perjalanan, berselang 5 menit, ia pun datang. Kamipun akhirnya memutuskan untuk masuk ke area Gong Perdamaian. Membayar tiket masuk sebesar lima ribu rupiah, ternyata Gong Perdamaian dibuka 24 jam. Ada dua orang petugas yang menunggu ditempat antrian tiket.


Gong perdamaian.

Coba tebak mengapa sampai dinamakan, dibuat dan diresmikannya sebuah gong perdamaian? Gong yang dibuat untuk berdamai? Tempat yang dapat digunakan untuk menyuarakan tentang perdamaian? Berdasarkan googling singkat saya menemukan bahwa Gong Perdamaian Ambon, dibuat untuk memperingati kerusuhan sosial yang bermotifkan SARA pada tahun 1996-2002. Saya sudah banyak mendengarkan berita tentang kerusuhan di Ambon dari beberapa siaran televisi. Namun, tidak pernah terlintas bahwasanya keributan yang sedemikian rupa memang benar adanya dan sangatlah mengerikan ceritanya.

Mengutip dari travel.detik.com, Gong Perdamaian diresmikan oleh Pak Presiden Indonesia Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 November 2009. Gong ini dibuat guna mengingatkan akan kejadian kurusuhan beberapa tahun silam (1996-2002) dan untuk membentuk citra positif bahwasanya masyarakat Ambon telah hidup dalam ketenangan dan kedamaian.

Ternyata Gong Perdamaian yang ada di Ambon adalah Gong Perdamaian yang ke-39. Hal ini artinya sudah ada 38 gong perdamaian lainnya yang telah dibuat. Ada juga diantaranya di Bali, Palu, Blitar, New Delhi hingga sampai ke Geneva di Swiss, Eropa. Gong Perdamaian Ambon terletak di tengah Kota Ambon, di Desa Uritetu, Sirimau, Maluku.

Kunjungi gong perdamaian

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *