Hari Kelima #Malta

Minggu, 5 Juni 2016 kelompok saya memutuskan untuk ikut pergi ke geo-area lainnya yakni di Marsaxlokk, bagian tenggara Negara Malta. Kota yang terkenal dengan seafood segar dan kapal bewarna-warni. Kapal ini sangat menarik untuk di lihat, tak tahu bagaimana asal usul nya sehingga nelayan disini sangat kreatif untuk menimbulkan daya tarik dengan kapal yang mengkilap indah dengan warna merah, biru dan kuning yang dominan layak rainbow cake. Namun, untuk menuju ke Marsax bukan perkara yang mudah. Kami harus bersaing dengan penumpang bus lain dengan tujuan yang sama, saling rebutan tempat agar bisa pergi dan sampai segera di lokasi tujuan. Untuk ke Marsax dari bus stop Antik kita bisa naik bus ke arah Valetta terlebih dahulu dengan nomor 13, 14 atau 16. Kemudian sesampainya di Valetta perjalanan dapat di lanjutkan dengan Bus bernomor 81 atau 86. Sampailah di Marsaxlokk.

Pagi ini, kami memutuskan untuk mengikuti tim Marsaxlokk untuk melihat keadaan pasar bagaimana, pasar ikan.  Bagaimana tidak karena memang projek yang kami jalani merupakan salah satu projek yang terkait dengan perikanan. Selepas melakukan beberapa pengamatan keadaan pasar, restauran dan lokasi sekitar kami memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah restauran. Restauran ini terlihat menarik dan menjanjikan karena tergolong cukup besar mungkin sama lah dengan ukuran restauran sederhana di Indonesia sebagai bandingannya. Akan tetapi, sayang sungguh sayang ternyata pelayanan restauran ini kalah baiknya dengan pedagang kaki lima dan lalapan jalanan di Malang. Selain pelayanan yang lama, service  yang ditawarkan tidak begitu memuaskan. Akhirnya niat makan siang dengan seafood yang sudah di ujung lidah dengan bayangan rasa yang oke punya harus melayang.

Setelah makan siang di Valetta kami berpisah dengan kelompok besar. Karena sebagian mau pergi ke pantai dan sebagian lagi ingin ke Valetta. Saya termasuk salah satu yang ingin mengunjungi Valetta, kota cantik yang sering di ambil foto nya di kartu-kartu pos Malta. Valetta, ternyata memang cantik selain menawarkan gedung-gedung yang khas alias unik disini juga disuguhkan oleh ice cream yang berbentuk bunga dengan aneka rasa sesuka kita bisa sampai tujuh rasa.

Selepas menikmati kecantikan Valetta saya memutuskan untuk pulang bersama salah seorang teman lainnya. Hari ini berakhir dengan cukup indah walaupun sempat buram dengan restauran dengan harga, service dan rasa makanan yang tidak bersahabat. Sesampainya di hostel saya mendinginkan badan (angin-angin) sekitar 15 menit, mandi dan makan malam dengan Indomie (penting untuk disebutkan karena ini Malta dan ada Indomie!). Harusnya saya dapat menunaikan ibadah tarawih pertama malam ini., namun apa daya belum rejekinya :(.

WP_20160605_15_24_00_Raw_LI WP_20160605_15_32_19_Raw_LI WP_20160605_16_20_42_Raw WP_20160605_16_25_24_Raw_LI

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *