Hari Pertama #Malta

1 Juni 2016, kami mulai dengan sarapan pagi di kantin yang telah disediakan oleh hostel. Jangan bayangkan sarapan dengan nasi goreng, sambal terasi apalagi pempek dengan cuko nya. Sarapan kami buka dengan roti dan paketannya beserta susu putih dan apel ataupun jeruk. Kemudian tepat pukul 08.30 am kami berkumpul di common room untuk saling membagikan informasi apa yang kami lakukan hari ini karena di hari sebelumnya semua rencana yang sudah tersusun rapih menjadi porak poranda akibat delay melebihi 5 jam tanpa pemberitahuan yang jelas.

Akan tetapi untuk saya selaku interviewer jadwal untuk melakukan interview kepada interviewee sudah tersusun rapih dan tidak bisa di cancel. Interview pertama saya adalah dengan local council in St. Julian yang berjarak kurang lebih 15 menit dari hostel kami dengan berjalan kaki. Akhirnya, saya dan rekan kelompok geo-group, Raoul melakukan interview pertama kami. Interview pertama kami seharus nya dengan Mayor ….. Akan tetapi, sesampainya disana kami tidak bisa bertemu dengan beliau dan beliau mengamanatkan kepada sekretaris beliau Mr. Paul…. Interview pertama saya rasa tergolong berjalan dengan lancar. Kami menanyakan 10 pertanyaan pokok yang ingin kami ketahui dari perspektif kebijakan dan opini publik. Sayangnya, dari wawancara yang kami lakukan ternyata local council disini tidak begitu turut campur dengan isu perikanan apalagi terkait dengan keberlanjutannya.

Beliau menjelaskan bahwa isu-isu yang ditangani local council adalah meliputi isu tentang perindustrian, kependudukan, serta sedikit terkait dengan pelabuhan. Akan tetapi beliau mengatakan bahwa selaku local council mereka memiliki kewajiban jika ada program dari pemerintah untuk melakukan promosi terkait dengan produk-produk perikanan. Pertanyaan demi pertanyaan kami ajukan dan alhasil berkembanglah pertanyaan follow up dari penjelasan beliau. Sampailah di akhir interview yang kami lakukan dan kami ingin mengakhiri sesi ini. Akan tetapi, kami berdua lupa untuk membawa oleh-oleh stroofwafel yang khusus dibawa dari Belanda untuk diberikan kepada para interviewee. Kami mengajukan pernyataan bahwa jika beliau tertarik untuk datang untuk melihat hasil dari kinerja yang telah kami lakukan, kami akan memberikan buah tangan tersebut. Sesi interview ini mengajarkan saya banyak hal.

Kemudian selepas interview, kami kembali ke hostel untuk melakukan rangkuman terhadap interview yang telah kami lakukan. Sesudahnya kami makan siang bersama tepat di sebelah McD dengan menu ala-ala Maltese people dengan harga dan service yang sangat okay punya.

Seusai makan siang, kami kembali membagi tugas untuk melakukan survey di sekitaran St. Julians dan Sliema. Kami berpencar dan akhirnya saya sendirian melakukan survey karena saya terpisah dengan partner survey saya. Alhasil saya mampu menghasilkan sekitar 6 buah survey dalam  waktu kurang lebih dua jam. Ternyata, survey tak semudah yang kami bayangkan, cukup susah juga untuk meyakinkan orang untuk mengisi questionnaire yang telah kita buat. Selain itu, questionnaire yang kami buat sekitar 2 halaman dan bagi mereka untuk mengisi nya memakan banyak yang cukup butuh pertimbangan. Tepat pukul 05.34pm akhirnya saya kembali ke hostel untuk sholat dan istirahat sejenak sembari menunggu teman-teman lainnya.

 Malam hari nya kami makan malam bersama di restauran Portizza, dengan memesan spageti kelinci dan rasberi saya tutup malam ini dengan cita rasa pizza hut dan blue heart ocean serta satu cup ice cream mint.

 

WP_20160531_21_23_10_Raw_LI 1

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *