Kontradiksi Otak dan Udara

Terkhusus bagi kawan-kawan yang sedang menempuh pendidikannya di negara yang memiliki empat musim. Akhir bulan November memang suhu menjadi turun drastis dan dinamis. Hal yang baru memang bagi beberapa dari mereka yang baru merasakan bagaimana hidup di negara empat musim. Bias memang kadang, beberapa pendapat telihat kontras dan bias. Bagi kami mahasiswa Indonesia yang terbiasa hidup dengan dua musim yang identik dengan matahari terbit dan terbenam dalam waktu yang hampir sama sepanjang tahun, menjadi tantangan tersendiri.

Terkait musim memang tidak ada yang bisa kami otak-atik ya begitulah adanya. Namun terkait dengan setumpuk tugas dan deadline yang berkejaran inilah yang bisa kami kelola. Ide kadang muncul secara tidak di undang namun jika dinantikan-pun belum tentu ia akan akrab menyapa. Tulisan ini terbuat atas salah satu pesan yang dikomentari tentang perhelatan antara musim dingin (suhu rendah) dan gesekan tugas yang berkejaran sehingga membuat neuron-neuron aktif bekerja dan kadang menjadi terasa panas di pikiran yang secara eksplisit disampaikan dengan panasnya otak.

https://www.google.nl/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwj_1PLWgqrJAhVDJQ8KHQ7bBLIQjB0IBg&url=http%3A%2F%2Ffood.detik.com%2Fread%2F2015%2F09%2F14%2F132940%2F3018131%2F297%2F5%2F6-makanan-ini-paling-cocok-disantap-dengan-teh-dan-kopi-hangat&psig=AFQjCNH0XxmnNtGgN7ohXyAo361C9FxnyA&ust=1448487524193510

food.detik.com

Dua hal yang kontradiksi namun sebenarnya saling mendukung. Mengapa demikian?
Pertama, dengan dinginnya udara yang ada diluar akan membuat kita untuk enggan dan bermalas-malasan untuk keluar. Hal ini sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk berdiam diri dikamar dengan mengerjakan tumpukan-tumpukan tugas.
Kedua, suhu yang dingin membuat otak kita akan bekerja ekstra yaitu menjalankan seluruh fungsi badan agar suhu badan tetap seimbang (stabil) yang kemudian berimplikasi pada kerja otak yang lebih panjang yang seharusnya bisa kita manfaatkan lagi-lagi untuk mengerjakan tugas.

Disimpulkan bahwa suhu yang dingin dan otak yang panas adalah hal yang baik dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Ditambah dengan cookies dan secangkir kopi akan lebih nikmat mengerjakan tugas dengan dinginnya udara 🙂

*tulisan ini tidak bisa diambil sebagai pertimbangan dalam kebenarannya namun dapat dijadikan pertimbangan asumsi yang saya berikan.

Cheers,
Wageningen, 24 November 2015.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *