Pertanyaan seputar beasiswa S2


Belakangan ini, alhamdulillah saya mendapat kepercayaan dan diundang di beberapa forum baik itu dalam bentuk seminar, talkshow ataupun sharing alumni. Bentuk diskusi ini berkaitan dengan beasiswa yang pernah saya dapatkan (STUNED) dan juga beberapa pengalaman selama studi di Belanda. Sebenarnya saya merasa kurang pantas untuk berbagi bagaimana caranya mendapatkan beasiswa karena masih banyak orang lainnya yang sudah pernah mendapatkan beasiswa bahkan lebih dari 3 beasiswa sekaligus. Namun dalam kesempatan ini, saya ingin sharing sedikit terkait pengalaman yang pernah saya lalui. Berikut saya rangkum beberapa pertanyaan yang hampir selalu muncul dalam forum tersebut.

Bagaimana cara agar lolos mendapatkan beasiswa? Tidak ada garansi bahwa seseorang akan bisa lolos mendapatkan beasiswa. Akan tetapi, beberapa hal seperti menyiapkan dokumen dengan baik, melengkapi persyaratan, mengikuti aturan mainnya, membuka telinga lebar-lebar terhadap informasi tentang beasiswa, banyak-banyak membaca tentang beasiswa yang sedang dituju, serta membuka percakapan atau pertanyaan-pertanyaan yang belum dimengerti setelah melakukan usaha pencarian sendiri terhadap pertanyaan yang ingin ditanyakan. Terpenting adalah agar bisa lolos mendapatkan beasiswa adalah memiliki tekad yang kuat, energi positif untuk lolos beasiswa dan mendapatkan restu kedua orang tua (berdoa).

Tips dan tricks apa agar mendapatkan beasiswa? Pertanyaan ini sebenarnya hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Mungkin yang membedakan yakni yang diharapkan oleh penanya adalah langkah-langkah yang ditekankan dalam bentuk poin per poin. Berikut yang bisa saya bagikan sebagai pengalaman terkait tips mendapatkan beasiswa, pertama, daftarlah beasiswa! Jika anda tidak mendaftar bagaimana anda akan mendapatkan beasiswa. Kedua, daftarlah beasiswa dengan persiapan yang sangat matang, yang mendaftar beasiswa itu sangatlah banyak, yang mememiliki kualifikasi bagus juga melimpah, nah namun yang memiliki kepekaan atau tingkat ketelitian yang tinggi terhadap desired pemberi beasiswa jumlahnya lebih sedikit. Ketiga, siapkan dari sekarang (jangan tunda!), betapapun pandai dan bagus kriteria yang kita miliki namun jika tidak disiapkan ya sama saja, menyiapkan di detik-detik terakhir tidaklah baik. Sedangkan untuk tricks mendapatkan beasiswa yaitu 1). Persiapkan surat motivasi dengan sebaik mungkin, untuk menulis surat motivasi biasanya disesuaikan dengan tipe pemberi beasiswa, tips nya baca dengan seksama motto dari pemberi beasiswa e.g. beasiswa LPDP menekankan pada aspek kepemimpinan dan kembalinya anda ke Indonesia untuk mengabdi untuk negeri, sehingga surat motivasi ini disesuaikan dengan masing-masing tipe pemberi beasiswa. Namun perlu di ingat, jangan menulis secara berlebihan dan tuliskan segala sesuatu di dalamnya secara JUJUR,  2). persiapkan curriculum pitae (CV) dengan sebagus yang bisa dilakukan. Saya ingat sekali, saya pernah membaca tulisan dari Pak Andi (I Made Andi Arsana), beliau mengatakan bahwa untuk memiliki CV yang bagus, perbagus dahulu diri kita, kurang lebih seperti itu. Penjelasan ini sangat rasional dan menyentil banyak pihak mungkin. Iya, bagaimana mau menuliskan CV yang bagus jika memang kita belum melakukan sesuatu yang bagus pula. 3) Peka, pekalah terhadap keinginan pemberi beasiswa, misalnya ada bidang-bidang yang menjadi prioritas, sehingga jika kita cocok dengan bidang tersebut, highlight lah diri kita berada dalam prioritas.

Bagaimana agar mendapatkan letter of accaptance (LoA) (surat tanda diterima)? Untuk mendapatkan surat keterangan diterimanya anda di suatu institusi atau universitas hendaklah mendaftar terlebih dahulu di universitas tersebut. Hal ini tentunya setiap kampus memiliki syarat dan tahapan yang berbeda. Namun, secara umum akan sama yakni ijazah S1 (jika mendaftarkan diri untuk S2), transkrip nilai, surat tanda kompetensi bahasa inggris biasanya IELTS atau TOEFL IBT, mengisi formulir, surat rekomendasi serta surat motivasi. Nah caranya adalah persiapkan dokumen tersebut dengan sebaik mungkin dna mendaftarlah. InsyaALLAH kawan-kawan semua bisa keterima. Singkatnya, mungkin bisa di analogikan seperti kita mendaftarkan diri ke institusi perguruan tinggi strata 1 dari SMA/SMU/SMK. Ada proses seleksi dan juga tes bukan?

Adakah tips atau tricks khusus untuk bisa berbahasa inggris dan lolos tes seperti IELTS? Untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya saya bukan orang yang capable, karena memang nilai tes bahasa inggris saya pun pas-pas saja. Namun, saya jarang sekali merasa kagok jika diajak berbicara berbahasa inggris. Hal ini mungkin dikarenakan karena saya sering sekali mendengarkan youtube berbahasa inggris ataupun menonton TED dengan subtitle bahasa inggris, sehingga sense bahasa inggris nya mungkin sudah familiar. Agar lolos tes seperti IELTS tentunya sudah banyak di jelaskan di beberapa website terutama lembaga kursus bahasa inggris. Intinya, untuk lolos dalam tes apapun kita harus sudah merasa familiar dengan format atau bentuk tes tersebut. Di IELTS misalnya ada 4 items yang dijadikan sebagai penilaian yakni listening, reading, writing dan speaking. Nah, keempatnya ini pun punya cara-cara khusus. Hendaklah berlatih tanpa “henti”, belajar dengan ikhlas dan selalu belajar, tidak merasa cepat puas, ikutilah kursus ataupun organisasi yang akan melatih anda untuk peka terhadap bahasa inggris.

Mengapa saya memilih studi di Belanda? Ada banyak sekali alasan mengapa memilih studi di Belanda namun juga tidak sedikit alasan kenapa tidak memilih studi di negara lain. Terlepas dari proses “it’s written” bahwa saya akan studi di Belanda, beberapa hal berikut yang dapat saya ceritakan kepada kawan-kawan sebagai pengalaman pribadi saya. Pertama, Belanda, negara (non-native) terbaik yang penduduknya 90% lebih bisa menggunakan bahasa inggris fluently, mulai dari anak balita hingga oma-opa. Kedua, kualitas pendidikan di Belanda oke punya, hal ini bisa dilihat dari sejumlah kampus di Belanda masuk dalam rangking 100 terbaik di dunia. Ketiga, negara yang paling diverse, memiliki lebih dari 160 kebangsaan mahasiswa di seluruh Belanda, di Wageningen University (kampus saya), ada lebih dari 100 kebangsaan yang studi disana. Keempat, surga nya bagi orang yang suka bersepeda dengan udara yang sejuk dan bersih. Kelima, makanan Indonesia sangat gampang sekali ditemui, terutama bagi yang kuliahnya di DenHaag, restoran Indonesia rasanya yang oke punya, lumayan banyak disana mulai dari bakso, pempek, hingga bebek dan rendang pun ada. Keenam, safest and happiest country serta bagi saya lebih bersih dan rapi dibandingkan dengan beberapa negara tetangga lainnya. Ketujuh, dosennya tidak jaim dan sangat dekat dengan mahasiswa, seperti teman diskusi saja, sehingga mahasiswa tidak sungkan bertanya jika ada pelajaran yang kurang dimengerti. Kedelapan, jujur dan tidak basa-basi, bagi saya personally lebih senang dengan pernyataan langsung di depan dibandingkan dengan bisik-bisik di belakang, Belanda sangatlah cocok.

Apakah kita harus sudah memiliki pengalaman kerja terlebih dahulu baru boleh mendaftarkan diri sebagai pelamar beasiswa? Ini tergantung dengan jenis beasiswa, ada beberapa yang memiliki persyaratan demikian ada juga yang enggak. Nah, disini tugasnya beasiswa hunter yang kudu wajib hukumnya membaca persyaratan beasiswa dengan teliti.

Menurut anda apakah lebih baik kerja terlebih dahulu ataupun melanjutkan studi dahulu? Pertanyaan ini tidak ada jawaban yang mana lebih baik, karena ini memang sesuai dengan kebutuhan. Jika anda membutuhkan status pendidikan terlebih dahulu ya sekolah dahulu lebih okay, jika anda ingin segera mendapatkan kejelasan karir tentunya kerja dahulu. Akan tetapi keduanya bisa didapatkan secara langsung sekaligus. Jika anda memilih melanjutkan studi terlebih dahulu, juga bisa bekerja secara freelance (ya walaupun pekerjaannya tentu tidak semua secara sejalan sesuai dengan keinginan kita dan se-inten yang beneran bekerja). Jika anda memilih untuk bekerja, anda juga bisa belajar di sela-sela waktu istirahat kantor. Intinya, melanjutkan studi dan kerja itu adalah suatu hal yang beringinan, bersamaan dan saling kait mengait.

Apakah keuntungan mendapatkan beasiswa dan bersekolah di luar negeri? Banyak sekali untungnya, salah tiganya adalah kesempatan berimprovisasi bahasa inggris lebih terbuka lebar, memiliki networking yang secara kasat mata di level internasional dan fasilitas kampus kebanyakan jauh lebih baik dan memadai. Tentunya ketiga hal tersebut harus di dukung dengan pribadi anda sendiri yang ingin belajar dan mempraktikkan bahasa inggris setiap waktunya, ditentukan dengan anda yang mau berjejejaring dan membangun kerjasama dengan beliau-beliau di level internasional dan memanfaatkan prasarana dan sarana kampus atau fasilitas kampus secara maksimal.

Bagaimana jika ingin sekali mendaftar beasiswa dan bersekolah di luar negeri namun tidak di ijinkan oleh kedua orang tua atau keluarga? Pertanyaan ini tidak bisa saya jawab melainkan saya mendoakan semoga kawan-kawan bisa meyakinkan dan menjelaskan kepada keluarga bahwa kawan-kawan bisa mengemban amanah dengan baik.

Kira-kira apa sajakah yang dapat memastikan kita bisa lolos mendapatkan beasiswa?Tidak ada yang bisa memastikan bahwa kawan-kawan bisa lolos, lagi yang ingin saya tekankan adalah selain melakukan persiapan terbaik yang kawan-kawan bisa, tingkatan akhir adalah sudah ditentukan oleh YANG MAHA KUASA! So,,, GOOD LUCK!

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *