Presentasi

Tulisan ini saya buat ketika presentasi terakhir di kelas terakhir tahun ajaran pertama perkuliahan S2. Tulisan ini saya tulisan di buku catatan yang saya ketikkan ulang disini dengan beberapa perbaikan.

Forum Building C214, WUR.

Saya belajar beberapa hal dari beberapa presentasi yang mungkin tidak bisa saya hitung seberapa banyak jumlahnya. Mulai dari presentasi kelas, presentasi lomba, seminar baik nasional maupun internasional. Setiap orang memiliki gaya tersendiri dalam melakukan presentasi. Akan tetapi, jika kita bekerja sama atau ada partner nya dalam presentasi atau bahkan dalam tim presentasi. Hal yang paling penting adalah kenyamanan dan kesamaan tujuan. Hal ini sangat berpengaruh, karena partner kita adalah orang yang akan dan paling menentukan akan berlangsungnya presentasi yang akan menciptakan suasana atau atmosfer.

Hal yang bisa saya lihat adalah ketika presentasi kita  menemukan kunci dan gembok dalam artian partner harus satu hati, saling menyemangati satu sama lain. Tiga dari presentasi yang saya hadiri hari ini cukup membuat saya tersentil, kenapa tidak menuliskan sesuatu tentang presentasi. Akhirnya, tulisan ini  saya coba publikasikan.

Persentasi pertama, Power point (PPT) yang sudah dibuat sangat menarik, namun yang terasa bagi saya yakni presenter yang sedikit kurang percaya diri dengan apa yang akan dipresentasikan sehingga menimbulkan kesan yang menurut saya bisa menciptakan atmosfer penasaran. Namun, di beberapa menit setelah Hal ini tergolong berisiko karena dalam presentasi tentunya presenter harus siap dan segala sesuatu yang terjadi harus diyakini akan terjadi dengan persiapan yang sebaiknya. Namun, untungnya dalam sesi tanya jawab berlangsung dengan sangat baik. Hal ini tidak hanya presenter mampu menjawab semua pertanyaan, akan tetapi karena setiap anggota kelompok yang diwakili oleh presenter satu persatu saling menyambung menjawab pertanyaan dan memperkuat argumen untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan. Terlihat bahwa meskipun ada beberapa cekcok disana dimari dalam grup. Akan tetapi, pada akhirnya saya merasakan bahwa grup pertama adalag grup yang paling merasa seperti satu kelompok yang mempunyai tujuan yang sama “in the same boat“.

Presentasi kedua, menurut saya sangat menarik, dimana presenter membawakannya dengan percaya diri dan berinteraksi dengan audience. Walaupun saya yakin audience yang berinteraksi dengan presenter adalah berasal dari pihak yang sama. Namun, ketika 3-5 menit terakhir dari presentasi terasa stamina presenter menjadi berkurang (going down). Ditambah lagi, begitu sampai sesi tanya jawab ada kejanggalan mulai terasa dan tampak pada ketidakharmonisan atau kerekatan yang kurang karena yang menonjol hanyala presenter bukan kelompok. Ditambah sangat sedikit kelompok yang berinisiatif untuk memberikan dukungan serta jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

presentation1 (1)

Sumber: Google

Presentasi ketiga, jika presentasi pertama dan kedua dibawakan oleh dua orang. Kali ini presentasi yang ketiga dibawakan oleh tiga orang mewakili anggota kelompoknya. Jujur secara pribadi menurut saya presentasi ini cukup membosankan karena saya tidak mendapatkan “”take home messages” apa yang mereka inginkan kepada audience terhadap topik yang dipaparkan, tidak ada penekanan. Sehingga terkesan tidak ada hal yang penting yang patut kita bawa pulang, seperti mendengarkan cerita tanpa alur, dimana cerita tersebut tak ada yang diingat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *