Secangkir Kopi

Kopi sudah menjadi topik yang umum. Meski demikian, ada beberapa topik tentang kopi yang masih spesies untuk dijadikan sebagai bahan pembicaraan. Naik daun semenjak Novel karyanya Dee yang berjudul Filosopi Kopi, berbagai jenis cafe menjajakan aneka kopi hingga kopi tubruk pun sekarang bertengger mesrah di menu-menu di cafe, tidak seperti biasanya yang hanya bersahabat dengan warung kopi semata.

Jika Anda ketikkan pada mesin pencari yang bernama google, empat huruf K.O.P.I, Anda akan mendapati 153 juta tautan yang berhubungan dengannya. Namun, jika Anda mengetikkan C.O.F.F.E.E. tak kurang dari 2.3 milyar kata tersebut ditemukan. Artinya, tak kurang dari 153 juta orang Indonesia dan 2.3 milyar penduduk dunia yang sudah membahas tentang kopi/coffee. Ah tak mengapa, walaupun tulisan atau bahasan tentang kopi sudah banyak, kopi yang ingin saya ceritakan dalam tulisan ini mungkin dapat memberikan makna yang berbeda.

Secangkir kopi, jika dilihat dari komposisinya yaitu air, gula dan kopi. Seharusnya dinamakan secangkir air bukan secangkir kopi, karena komposisi air jauh lebih banyak daripada kopi ataupun gulanya. Namun demikian, kita tetap menyebutnya secangkir kopi. Entah bagaimana peran kopi, mampu menggantikan banyaknya kontribusi air dan tidak berbagi peran sama sekali dengan butiran gula. Hebat bukan si kopi ini?

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *