Self-branding “Pencitraan”


“Pencitraan” rasa-rasanya dikaitkan erat dengan makna negatif yang memiliki arti membuat sesuatu terlihat lebih bagus atau lebih baik namun tidak sesuai kenyataan. Terheran saya dengan definisi yang bernilai tak positif seperti ini. Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pencitraan berasal dari kata citra yang ditambahi imbuhan pe dan an, memiliki maksud sebagai “proses, cara membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu; penggambaran”, yang menurut saya secara pribadi syarat akan arti yang positif. Jadi pencitraan dalam tulisan saya kali ini akan saya ulas secara positif ya kawan-kawan.

Pertama kali saya mendapatkan materi self-branding yakni pada 12 Juli 2014, ketika itu di ruang meeting di Grand Inna Kuta Bali, materi disampaikan oleh Ibu Maulana, membuat saya malam itu agak susah untuk tidur, memikir brand apa yang akan saya berikan terhadap nama Agustin Capriati. Beliau menjelaskan bahwa self-branding merupakan salah satu cara untuk membentuk dan mempromosikan apa yang kita yakini atau citra diri yang ingin dikenal sebagai apa. Penyampaian materi yang diutarakanpun syarat akan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami, waktu itu sebagai mahasiswa berprestasi perwakilan 15 kampus terpilih di tingkat nasional tertegun dan bersemangat menemukan makna personal branding.

Mengutip dari majalah forbes ada tujuh cara untuk membangun pencitraan yang mengesankan:

  1. Mulailah memikirkan diri sebagai sebuah merek
    Jika kawan-kawan memposisikan diri sebagai merek suatu produk, produk apa yang inginkan untuk dikenal? Misalkan kawan-kawan ingin dikenal sebagai penulis, maka mulailah menulis. Jika ingin dikenal sebagai guru mengaji, maka mulailah mengaji dan mengkaji atau mengadakan kajian yang baik-baik, jika ingin dikenal sebagai seorang yang memiliki tubuh yang ideal, maka mulailah dengan makan makanan yang teratur dan berolahragalah. Kira-kira seperti itulah, nah tentukan mau dikenal sebagai produk apakah diri kawan-kawan. Jika tidak tahu atau bingung, coba sesekali lakukan google yourself dan temukan apa yang google berikan terhadap nama kawan-kawan, nah jika tidak ingin demikian mulailah merubah brand tersebut secara perlahan.
  2. Ketahuilah kehadiran anda secara online
    Dunia dengan segala sesuatu bisa dicari secara online, maka perhatikan setiap segala sesuatu yang anda unggah, ingat setelah segala sesuatu diunggah, maka kemungkinan untuk hilang dari dunia perinternetan sangatlah susah, maka unggahlah nilai-nilai yang baik, sehingga jikapun nanti anda meninggalkan dunia online, yang tertinggal hanyalah kenangan dan catatan yang baik.
  3. Buatkan akun atau situs pribadi
    Memiliki website pribadi adalah cara terbaik untuk memunculkan nama anda di mesin pencari seperti google. Tidak usah terlalu rumit, situs atau website pribadi anda bisa dijadikan sebagai media berbagi informasi atau wadah untuk menulis, tidak perlu banyak-banyak juga untuk menulis, karena 500 kata per hari pun menjadikan anda produktif dalam merangkum kejadian-kejadian yang menurut anda penting. Disimpulkan dari akun pribadi anda dapat dikarakterisasikan sebagai tipekal atau orang yang seperti apa, karena apa yang anda pikirkan atau tuliskan dapat dijadikan cerminan anda dikehidupan nyata.
  4. Hasilkan sesuatu yang memiliki nilai
    Sosial media adalah hal yang lebih familiar dibandingkan blog atau website, maka jika anda mengunggah sesuatu, unggahlah sesuatu yang dapat menambah nilai baik bagi anda sendiri ataupun bagi teman anda yang berpotensi untuk membacanya. Sehingga secara tidak langsung anda bisa menjadi salah satu penyalur ilmu yang bermanfaat, selain itu brand akan semakin kuat untuk dikenal sebagai apa.
  5. Miliki tujuan dari setiap informasi yang anda sebarkan
    Setiap status yang anda tuliskan, setiap cerita terbaru yang anda bagikan, tulislah dan bagikanlah sebagai penguat brand anda untuk dikenal.
  6. Berasosiasi dengan orang-orang lain yang memiliki brand yang kuat
    Jika kakek saya bilang, berkawanlah dengan penjual parfum maka kamupun akan tercium wanginya. Nah ini benar adanya, brand anda akan lebih kuat atau lemah tergantung dari koneksi anda orang lainnya. Sebagai contoh dengan siapa anda berteman, dimana anda bersekolah, dimana anda berkuliah, kelompok organisasi seperti apa anda bergabung dan sebagainya. Ini akan membuat anda berada di dalam lingkaran brand yang bisa jadi baik atau buruk. Jangan berpikir jika anda berkawan dengan pencuri maka ingin dikenal sebagai orang yang jujur, secara logika ini agak sulit untuk diyakinkan jika anda menjelaskan sedimikian.
  7. Reinvent
    Pencitraan diri yang kuat tergantung dengan cerita atau narasi yang kuat pula, dalam artian anda bisa menjadikan satu atau beberapa toko favorit yang anda pikir memiliki strong brand, setelahnya anda bisa menjadikan mereka sebagai contoh bagaimana anda ingin dikenal. Cerita akan semakin lebih kuat jika orang-orang tersebut berada dalam lingkungan pergaulan anda, seperti contohnya, anda bisa menjadikan dosen anda sebagai orang yang memiliki strong brand karena beliau telah mempublikasikan beberapa tulisan internasional yang berkualitas atau karena beliau memiliki network yang luas, lebih mendalam mungkin karena beliau memiliki kepribadian yang baik.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *