Dari Rentak, kue favorit sewaktu kecil, menjadi Shortbread

Memang yang namanya memori atau ingatan atau kenangan tidak bisa dibeli. Jikapun bisa dibeli dapat dibayangkan alangkah mahal harganya, ia tidak bisa dibagi juga tidak bisa diperlihatkan kepada orang lain yang tidak mengalaminya. Andai kehidupan kita, ingatan kita bisa disimpan dicawan memori (film Harry Potter ini judulnya mah). Saya bersyukur karena memiliki masa kecil yang menurut saya sangat indah sekali. Well, meskipun dari beberapa cerita orang, waktu kecil saya banyak “maksa” nya, ketika mau A harus langsung tersedia A, ketika mau B juga demikian. Jika tidak dirututi maka akan menangis dan bisa sampai tantrum. Termasuk salah satunya ketika umur masih 2-4 tahun setiap ingin memakan kue ini, kue favorit Dedek kata mama dan ine.

Jika ada penjual yang menjajakan kue ini lewat depan rumah, tanpa berpikir panjang saya kecilpun langsung memanggil abang-abangnya. Otomatis penjajak kue senang ada yang membeli kuenya.

Rentak adalah kue kering khas tradisional daerah Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Rasanya manis dan gurih, kue ini terbuat mostly dari tepung terigu, gula, dan telur. Sehingga kalau agak keras dan cocok untuk dimakan ketika ditemani secangkir kopi atau teh panas. Lucunya kadang kalau saya mudik atau pulang kampung, tak jarang orang rumah menyediakan kue ini, disertai dengan kue favorit dedek waktu kecil.

Ditarik ke beberapa puluh tahun ke depan disaat tidak berada di kampung halaman. Ternyata saya masih menyukai hal yang sama, kue kering, namun sekarang namanya berganti menjadi lebih keren, shortbread.

Kue kering yang berasal dari Skotlandia dari abad ke-12 dikenal dengan biscuit bread yang mana dulunya dibuat dari leftover (sisa) dough yang kemudian dikeringkan di oven hingga mengeras. Katanya istilah biskuit itu sendiri berarti “twice cooked”atau dimasak kedua kalinya. Nah katanya perlahan seiring perkembangan jaman yeast atau biang dalam adonan rotinya tadi (dough) diganti dengan butter atau mentega atau margarin kali ya dalam padanan bahasa Indonesianya, sehingga sekarang dinamakan shortbread. Katanya, shortbread adalah salah satu makanan luksuri dan bagi rakyat biasa, shortbread hanya dikonsumsi untuk spesial momen seperti pernikahan, perayaan hari keagamaan atau tahun baru.

Leave a Reply