Timbulsloko mengajarkan saya banyak bersyukur

 

img_5078

Berkesempatan untuk menginjakkan kaki ke Benua biru, hidup dan tinggal disana (meskipun baru setahun) merasakan semua teknologi serba maju, keteraturan hal yang wajar, ketepatan waktu merupakan keharusan menjadikan saya belajar lebih banyak lagi dan berkaca. Saya merasa seperti step back and forward atau mungkin seperti bisa melakukan zoom in dan zoom out terhadap kedinamisan masyarakat Indonesia.

Timbulsloko, nama salah desa yang ada di Demak, di Provinsi Jawa Tengah ini tak perlu sekalipun terlintas dalam otak saya, namanya saja saya tidak tahu. Nah, berhubungan ALLAH menggariskan saya untuk tahu dan berkenalan dengan Timbulsloko akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan tesis dan fieldwork di Timbulsloko. Harus saya katakan bahwa tinggal di Timbulsloko tidaklah mudah, mungkin bisa saja berakhir di rumah sakit dan terkapar parah. Mohon maaf, namun segi kebersihan dan kesehatan misal sesuai dengan standar kehidupan di benua biru masih jauh dari kata standar. Tak usah saya jelaskan bagaimana keadaan toilet, dapur, makanan hingga kedetailan lainnya. Cukup lah pasti kita sudah mengerti.

Namun, hal tersebut bukan berarti tidak mengajarkan kita sesuatu. Sebaliknya dengan kondisi yang sedimikian rupa, alhamdulillah mengajarkan saya untuk melihat secara zoom in tentang keadaan salah satu bagian masyarakat di Indonesia dan zoom out tentang bagaimana posisi desa tersebut di dalam Indonesia dan juga di Belanda. Jika kita hanya melihat dari segi fasilitas dan standar kelayakan hidup mungkin memang jauh dari kata standar, akan tetapi jika ditelisik dari segi masyarakat. Ah, beliau semua warga Timbulsloko sangatlah banyak mengajarkan saya tentang bagaimana caranya bertoleransi dengan sesama manusia, bagaimana pentingnya kehidupan bertetangga, bagaimana proses menerima dan/atau terlibat dalam proses kecemburuan sosial, bagaimana menerima keadaan tanpa mengeluh dan harus melakukan sesuatu dan sekelumit bagaimana-bagaimana lainnya. Intinya, Timbulsloko mengajarkan saya bersyukur!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *