Catatan harian tesis #11

Seminggu sudah saya belum menerbitkan tulisan apa-apa, seperti tidak diperdulikan website saya tidak memiliki unggahan terbaru. Saya akan melakukan review per harinya sebagai berikut ini:

Minggu, 2 Oktober 2016. Hari ini adalah hari libur saya, iya hari minggu, saya nobatkan sebagai hari bebas dari kegiatan di lapang ataupun di laboratorium (jangan terlalu dipikirkan seperti yang sudah ahli, maksudnya masih meraba-raba mengenal laboratorium). Saya tidak menghirup udara dari pohon-pohon yang berembun namun rasanya pagi ini begitu segar. Setelah mandi kami, Aini, Cici, Tifan dan saya bersegera menjawab perut yang sudah protes dari beberapa puluh menit yang lalu. Kami sarapan (lebih tepatnya brunch) di Warung Bambu, warung makan yang menyediakan berbagai jenis makanan mulai dari tahu goreng, tempe goreng, oseng-oseng, perkedel, dadar jagung, ayam kecap, ayam balado, sayur toge, ikan saos hingga kurupuk dan berbegai menu lainnya. Dadar (bakwan) jagung, ikan bumbu dan sayur jamur menjadi pilihan saya. Ditambah dengan sekotak kacang hijau segar yang biasanya dikonsumsi Inber sebagai menu sahur dibulan puasa. Sepulangnya dikosan dan sholat, air turun dengan lebat, hujan telah tiba. Udara menjadi lebih dingin dan cahaya dari matahari tertutup awan-awan hujan menambah suasana yang cocok untuk menarik selimut dan beristirahat. Benar adanya saya tertidur hingga sore menjelang.

Selepas ucapan salam dalam sholat kami kemudian memasak, Aini yang memiliki ide untuk memasak, Cici dan saya hanya membantu sebagai asisten cheff. Kami memasak sup jagung yang berpadu dengan ayam, sosis, dan bakso ala Aini. Jujur mulanya saya tidak begitu yakin akan jadi, namun terbukti setelah tersaji ke dalam mangkok dan mengirup kuahnya hangat-hangat di tengah suasana dinginnya hujan, perfecto.

downloadMalam harinya saya menonton film, berjudulkan Genius yang dibintangi oleh Collin firth dan Jude law, bagi yang tidak suka dengan genre pelan dan terkesan datar film ini mungkin cukup membosankan. Namun, karena saya suka dengan alur ceritanya plus suasana yang tepat untuk saya, film ini sangat menarik. Tentang seorang penulis buku yang memiliki mahakarya dan kaya bahasa disandingkan dengan editor yang super. Film ini mengajarkan saya bahwa penulis yang hebat tidak seutuhnya hebat jika tidak memiliki editor yang senantiasa rela berjam-jam membaca tulisannya dan memberikan masukan demi buah tulisan yang berbobot.  Setelah menonton film malam ini saya habiskan dengan membaca beberapa artikel di media online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *