Surat untuk mereka yang akan menunggu

Tak perlu bersedih, karena kawan mu ada disaat yang tidak kamu pikirkan dia ada. Mereka orang-orang yang kadang terlihat tak penting, yang kadang tidak masuk ke dalam list waktu yang telah kamu susun. Mereka yang kadang sekedar menyapa melalui chat bercerita hal apa yang dia lakukan hari ini. Mereka yang kadang kita angkta chat nya kurang bermutu.

Hei, jangan salah… Mereka itu adalah yang orang yang akan ada saat kita dibawah. Saat tak semua orang mau mendengar keluh kesah cerita mu bangkit, berjalan, berlari hingga terjatuh kembali. Mereka yang waktunya tak kenal waktu, tak kenal siang malam, dini hari, sore hari, pagi atau kapanpun. Karena pesan singkat darimu pun bernilai baginya. Mereka tak pernah menuntut, untuk ditempatkan atau diprioritaskan menjadi orang penting. Karena mereka tahu, satu sisi kamu akan kembali dengan cerita peluhmu hingga tangis sendu.

Hai, jangan salah,,, mereka tidak marah. Mereka hanya akan diam, menunggu mu hingga selesai dan terlampiaskan kesalmu. Mereka tidak mengajarkanmu melalui ucapan a,b,c. Mereka hanya diam, mendengarkan mu. Bukan karena mereka tidak peduli, akan tetapi karena mereka tahu kalau kamu tahu jawabannya sendiri. Mereka tahu kalau kamu bisa menyelesaikannya secara mandiri.

Hei, sahabat, kawan lama, chat sekedar satu dua kalimat konyol mu kadang ku rindu. Obrolan yang di anggap tak bermutu mu kadang membuat ku ragu. Ragu,,,, akan kah ku temukan lagi satu di masa depanku? apakah persimpangan kita akan pula bersatu? Ah, sudahlah jangan terlalu banyak mengeluh. Mereka sahabat, kawan mu akan menunggu.

Wageningen, 16 Mei 2016.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *