Tidak Mandi

Tulisan ini saya dedikasikan sebagai self-reminder atas keteledoran bangun dengan mematikan alarm. Hari ini 29 September 2015, pada pukul 08.30 saya akan melaksanakan praktikum yang bersifat WAJIB HADIR yang artinya dalam keadaan sakit yang setengah-setengah pun di usahakan masuk. Tidak ada toleransi atas keterlambatan dan ketidakhadiran kecuali mengulang mata kuliah yang sama tahun depan. Begitulah sistem yang ada.

Musim autumn telah mulai summer telah berlalu yang artinya sinar matahari yang biasanya menyinari lebih panjang sekarang mulai memendek. Matahari terbenam pukul 19.30 kurang lebih waktu Belanda. Kemudian terbit di esok hari nya pukul 7.15an, mulai menampakkan sedikit cahaya. Pada awal saya datang ke Belanda, summer , semua terasa baik-baik saja karena memang pkul 6 kurang di pagi hari sama seperti di Indonesia matahari telah bersinar. Namun memasuki perubahan di autumn ini menimbulkan sedikit masalah bagi saya khususnya pagi ini.

Tidur larut malam memang tidak pernah dianjurkan dan tidak diperbolehkan untuk kesehatan. Namun apadaya tugas kelompok case study menyita banyak waktu saya. Saya yang pada 7 September 2015 memberikan diri untuk mencalonkan sebagai chair group di ACC oleh teman sekolah. Alhasil saya sebagai chair group yang akan memimpin meeting, mengatur agenda, membagi tugas, memastikan semua anggota on track dan tugas selesai tepat waktu.

28 September 2015, malam harinya sepulang mengikuti kursus bahasa inggris saya melanjutkan tugas kelompok yang masih dalam draft yang cukup tidak beraturan. Alhasil menyita waktu untuk reconstruct beberapa bagian dalam draft proposal dan hasilnya begadang menjadi sahabat. Akhirnya menjelang pukul 1 pagi saya menyudahi pekerjaan case study tersebut. Baterai hp saya tinggal beberapa persen dan saya tidak sanggup lagi untuk mengeluarkan charger dari tas terburu mata yang sudah ingin tertutup.

Taraaaaa hendak tidur beberapa chat berdatangan dari Indonesia, karena di Indonesia adalah waktu nya bangun dan sholat shubuh. Well alhasil saya sempat bertelepon ria, hingga tertidur. Sebagai hasilnya, esok hari nya ketika alarm berbunyi di pukul 5.35 saya bangun dengan segera untuk mematikan alarm dan mengintip dari balik jendela, masih sangat gelap. Selimut hangat dan bantal yang empuk memang jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan handuk dan air untuk mandi. Saya pun memutuskan untuk tidur sedikit lebih lama lagi. Saya lupa ternyata hp saya dengan alarm untuk mengingatkan praktikum ternyata habis baterai. Alhasil tidak ada alarm lagi yang bisa membangunkan saya….

Sebagai akibatnya, saya bangun dan begitu melihat ke jendela telah terang dan ingat ini autumn…. cepat saya ambil jam tangan melihat waktu, pukul berapa sekarang. Ternyata ooo ternyata sekarang pukul 8.20 tepat. 8.20 bayangkan saudara-saudara, sedangkan praktikum saya akan dimulai pukul 8.30 sharp!
Tanpa pikir panjang saya cepat bergegas ke kamar mandi, mencuci muka, menggosok gigi, menyemprotkan dua tiga kali parfum ke badan dan berganti pakaian secara kilat, memakai jam tangan, mengambil kunci kamar dan sepeda. Waktu 4 menit saya habiskan kemudian saya menunggu lift untuk turun ke lantai dasar, karena kamar saya berada di lantai 14. Menunggu lift adalah hal yang menyebalkan, karena kadang hampir 120 detik saya habiskan berdiri menunggu pintu lift terbuka dan menekan tombol 0.

Saya bergegas menuju tempat parkir sepeda dan langsung mengayuhnya cepat menuju kampus. Alhamdulillah saya tinggal sangat dekat dengan kampus, hingga dalam 2 menit saya bisa sampai dikampus dan langsung menuju kelas di lantai 6 untuk segera mengenakan jas lab dan peralatannya. Well done, I made it! 8.30 sharp! saya duduk di kelas siap mendengarkan dosen melakukan sambutan pembukaan sebelum melakukan praktikum.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *