2 tesis di WUR dalam 1 tahun, kenapa tidak??? #5

 

Selesainya fieldwork tidak membuat kontak atau komunikasi kami selesai. Akhirnya selepas dari Sorong tanggal 16 Juni 2017 saya ke Jakarta untuk sehari dan ke Malang dua hari lalu lanjut ke Bali. Liburan mini sekaligus menjalin silahturami. Di Jakarta, saya bertemu dan menghabiskan dengan partner saya selama beberapa tahun terakhir (super tolerant person) dan juga  bertemu dengan kawan-kawan SMA, kawan kuliah juga kawan dari event pelatihan yang pernah saya ikuti tahun lalu. Senang rasanya bisa bertemu dengan mereka semuanya. Di Malang, saya juga bertemu dengan kawan-kawan kuliah juga dengan warga kosan WM2 juga ibu kosannya. Di Bali saya bertemu kembali dengan sohib lapang saya, akhirnya kami juga menghabiskan waktu bersama (karena saya nebeng tinggal disono) juga sempat bertemu dengan teman kuliah di bandara (beberapa menit saja :P).

Alhamdulillah pokoknya bertemu dengan semuanya, hingga tanggal 23 Juni saya akhirnya dari Bali saya terbang ke Jakarta dan ke Palembang lanjut ke Sekayu. Sohib saya ternyata ingin ikut merasakan sensasinya mudik dan merayakan idul fitri juga, alhasil dia juga ke Sekayu berselang dua hari setelah kepulangan saya. Menghabiskan waktu di Sekayu dengan sohib yang adalah si Bule, juga menyisakan momen-momen yang lucu, yang setiap saya kemana-mana ditanyai oleh orang-orang apakah boleh minta foto dengan si bule….hahaha begitulah.

Well, tibalah saatnya saya harus kembali ke Belanda, tanggal 30 Juni 2017 pukul 00.15am saya akhirnya terbang dari Bandara International Soekarano Hatta menuju Belanda dengan transit di Doha. Tiba di Belanda tanggal 30 Juni 2017 juga mengharuskan saya harus menebeng tinggal di tempat teman terlebih dahulu (karena kamar saya, saya subrent kan dan penghuni nya meminta tenggat waktu untuk pindah tanggal 5 Juli 2017). Singkat ceritanya, barulah seminggu setelah sampai di Wageningen saya baru bisa benar-benar settle kembali.

Bertemu dengan supervisors saya dikampus akhirnya menenangkan saya, walaupun juga membuat saya khawatir. Khawatir tidak bisa menyelesaikan tesis saya tepat waktu, berhubung sekarang sudah bulan Juli dan 31 Agustus 2017 saya harus sudah lulus. Namun, komentar dari kedua dosen saya yang percaya saya bisa menyelesaikan tesis saya tepat waktunya membuat keyakinan saya sendiri berlipat ganda. Hari berjalan seminggu telah habis tapi saya masih terlihat jalan ditempat, analisis tesis saya belum banyak menghasilkan apapun. Wowww… mulailah khawatir meningkat dan pola tidur yang tidak jelas, entah pukul 2 pagi, entah pukul 3 pagi mata tidak mau tertidur, dipakai membaca pun tidak masuk materi bacaan. Menyiksa intinya!

Beruntungnya, saya sempat curhat sedikit mengenai tantangan tesis saya ini di facebook hingga lagi-lagi saya diberikan motivasi, berdiskusi dan dibantu oleh Bang Audrie. Beliau mencoba menanyakan kepada saya apa masalahnya dan mengajak berdiskusi bersama untuk bagaimana menyelesaikan masalahnya, pasti ada jalan keluarnya, beliau bilang. Beliau juga mengajarkan saya bagaimana caranya membuat peta batimetri dan lain sebagainya. Terima kasih Bang Audrie. Juga dalam kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Mike, Roro, Lisna yang telah bersedia membaca tesis saya serta memberikan masukan-masukannya mulai dari titik koma hingga konten isi yang sangat krusial. Terima kasih.

Tesis kedua saya ini, tergolong cukup menantang, karena bulan Juli-Agustus adalah jadwal bagi orang-orang Eropa pada umumnya memiliki summer holiday dan benar adanya berselang beberapa hari kepulangan saya ke Wageningen, dosen pembimbing saya menyatakan diri untuk liburan 2 minggu yang ternyata di perpanjang menjadi 3 minggu. Untung dosen pertama masih dikampus, sehingga weekly meeting masih bisa berjalan (2 minggu pertama saja, karena setelahnya beliau juga liburan). Sekembalinya salah satu dosen, saya berharap mendapatkan waktu untuk berdiskusi tentang progres apa yang sudah saya buat. Akan tetapi, kenyataan berkata lain, ternyata beliau sakit hingga 3 minggu lamanya, yang artinya sudah bulan Agustus. Salutnya, meskipun beliau dalam keadaan kurang sehat, beliau tetap mencoba menjaga komunikasi dengan saya dan sempat juga menelepon dan skype.

Kemandirian benar-benar di uji dalam tesis kedua ini, terlebih dalam proses akhir-akhir untuk submit tesis. Memiliki kawan-kawan di chair group yang saling mendukung satu sama lainnya membuat saya merasa sangat bersyukur sekali, banyak masukan dari rekan-rekan di group juga. Alhasil saya memutuskan dan harus presentasi ujian maksimal tanggal 22 Agustus 2017, yang artinya laporan saya harus selesai maksimal 17 Agustus 2017.  Ingat betul, dosen saya baru kembali dari liburan hari rabu 16 Agustus 2017 (untungnya saya sudah sempat mengirimkan draft saya sebelumnya). Sehingga beliau pun akhirnya mengirimkan email kepada saya untuk bertemu pukul 2.30 sore terkait draft yang sudah saya kumpulkan.

Mungkin terdengar lebay atau bagaimana, tapi begitulah beliau berdiskusi dengan saya hampir lebih dari sejam, mulai dari judul hingga referensi ternyata beliau cek. Banyak sekali masukan yang beliau berikan, alhamdulillah! Antara senang dan merasa deg-deg an sebenarnya, ingat bahwa besok adalah deadline dan hari ini baru diberikan feedback. Demi apa, mengerjakan feedback yang segubrak dalam waktu sehari,,, resminya beliau baru mengirimkan feedback nya pukul 8.27pm setelah makan malam, dan jadilah saya bergadang dan lembur ria :).

Namanya juga tesis, kalau belum lembur dan begadang belum SAH! Hahaha,,, Sohib saya juga turut andil banyak dalam mengecek bahasa Inggris nya orang Indonesia yang sering sekali lupa dengan kata a, an ataupun the. Alhamdulillah, sebaiknya mungkin saya kerjakan perbaikan akhirnya 17 Agustus 2017 laporan saya berhasil saya kirimkan ke penguji juga kepada dua dosen pembimbing saya. Tidak langsung tidur ketika laporan sudah terkirim, saya melanjutkan membuat kerangka atau skeleton untuk bahan presentasi.

Kali ini, presentasi saya juga tergolong ngebut. Biasanya saya menghabiskan waktu setidaknya seminggu hingga sepuluh hari untuk membuat bahan presentasi, tesis kedua saya menghabiskan waktu 3-4 hari yang artinya 2-3 kali lebih cepat dari biasanya. Saya merasa bahan presentasi saya harus jelas ceritanya, harus jelas metode, hasil dan diskusi hingga konklusinya. Tentunya dengan satu slide tambahan yang bisa saya gunakan dalam sesi tanya jawab. Benar adanya, mestakung, semesta alam mendukung, semua nya berjalan dengan lancar, alhamdulillah! Presentasi saya pada 22 Agustus 2017 berjalan dengan lancar dan evaluasi saya pada 23 Agustus 2017 pun demikian. Hasilnya pun alhamdulillah :).

Saya senang sendiri akhirnya, setelah proses tersebut selesai, ingat betul di tesis pertama saya menghabiskan waktu 8 bulan untuk mendapatkan hingga evaluasi, di tesis kedua, tingkat keefisienan pun meningkat, hingga terakselarasi dan terintegrasi dengan sangat baik, 4 bulan tesis kedua. Alhamdulillah, ternyata 2 tesis di Wageningen University and Research (WUR) dalam satu tahun, kenapa tidak????

Semoga cerita ini diambil sebagaimana mestinya untuk pembelajaran dan berbagi pengalaman semata! Aaamiin 🙂

Be Sociable, Share!

3 thoughts on “2 tesis di WUR dalam 1 tahun, kenapa tidak??? #5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *