Flashback dari Famelab

 

Pertama kali saya mendapatkan infromasi lengkap mengenai FameLab adalah ketika email dari Uni Elie, seorang mahasiswa PhD. Beliau melampirkan informasi tersebut lengkap dengan flyer dan keterangan keterangan lainnya. Kemudian selang seminggu atau dua minggu berikutnya, pembimbing saya juga memberikan informasi dan menyarankan kepada saya untuk hadir melihat acara tersebut, beliau juga menjelaskan bahwa mungkin dapat dijadikan ajang untuk belajar cara presentasi.

Ketika saya membaca informasi ini, saya sangat tertarik, dalam hati wah sudah dalam tidak presentasi dan ingin bisa belajar lagi untuk presentasi di depan publik terutama para scientist. Namun, karena tantangan per-tesis-an belum selesai, saya lebih memiliki untuk fokus ke tesis terlebih dahulu (bukan tipe saya sekali, sebenarnya yang hanya fokus pada satu hal), karena saya senang bisa mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang mungkin bisa dibilang bersamaan.

Saya ingat ketika saya masih studi strata satu, selain kuliah, hadir di kelas, praktikum di laboratorium, praktikum lapangan, saya juga masih bisa membagi waktu untuk mengikuti beberapa organisasi di dalam fakultas dan juga di Universitas, turut tergabung juga dalam kelompok ilmiah mahasiswa yang biasa ikut aktif berpartisipasi mengikuti kompetisi karya tulis mahasiswa serta menjadi wakil ketua angkatan. Namun semua itu juga tidak membatasi saya untuk dapat duduk-duduk santai dengan warga kosan dan tentunya jalan-jalan. Namun sekarang??? Saya lebih memiliki fokus dalam tesis??? Ragu memang dengan keputusan yang telah diambil tapi itulah faktanya keputusan yang saya ambil. Well, namanya juga proses belajar, masih dalam tahap perkembangan ;).

Okay, sebelum cerita yang saya tuliskan ini semakin melebar, kembali mengenai Famelab, mengutip dari informasi dari kampus bahwa Famelab “Communicating science to a lay audience is the objective of the Famelab Wageningen heat. About twenty young scientists, most of them Wageningen PhD candidates, give each a 3 minutes talk on their research without using PowerPoint.” Nah, intinya kegiatan ini adalah ajang dimana para scientist bisa memaparkan apa yang dia lakukan kepada publik dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh semuanya.

Hari ini, Jumat, 24 Februari 2017

Saya duduk menikmati detik demi detik, 3 jam berlalu, senang mendengarkan beliau yang tampil di depan publik menceritakan penelitiannya, bidang-bidang yang beliau-beliau geluti. Pemaparannya pun sangat unik, ada yang membawa payung, mangkok, boneka sapi hingga ada pula yang berpakaian olahraga demi menghayati topik yang akan disampaikan. Senang saya bisa hadir kembali dengan acara-acara seperti ini, setelah terakhir saya ikut menghadari simposiun science for impact. Saya berdoa semoga nanti ke depan saya juga yang akan berbicara dan menyampakan apa yang saya lakukan dan juga menjadi beliau-beliau yang duduk untuk memberikan tanggapan (5 tahun lagi :)). Aaaamiin

Berikut beberapa frame yang bisa saya abadikan.

 


 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *