Mendadak kangen European Workshop – Malta

Tahun lalu, sekitar akhir Mei sepertinya saya alhamdulillah berkesempatan untuk bergabung dalam kelompok mahasiswa terpilih dalam European Workshop – Malta.

Kegiatan ini merupakan salah mata kuliah yang sifatnya tidak wajib namun peminatnya banyak sekali. Bagaimana tidak, mata kuliah berjumlah 12 SKS ini merupakan salah satu ajang latihan mahasiswa dengan berkontribusi langsung terhadap client (perusahaan/NGOs) tertentu untuk menyelidiki masalah tertentu di  tempat NGO/perusahaan tersebut beroperasi.

Singkat kata alhamdulillah setelah mengisi formulir pendaftaran dan motivation letter untuk mata kuliah ini, saya berkesempatan untuk terjun langsung atau studi lapang di Malta dengan kurang lebih 30 mahasiswa lainnya. Well, minggu pertama dalam kelas kami masih malu-malu dan belum begitu akrab, lebih dari 13 kebangsaan yang berbeda menyatukan kami dalam kelas bernama European Workshop-Malta.

Minggu pertama kami mulai menyusun/merumuskan permasalahan yang telah dirumuskan secara implisit oleh NGOs (fish4tomorrow). Kami juga kemudian melakukan video konferensi terhadap client kami. Sesi tanya jawab dan pemaparan sedemikian rupa di dalam kelas berlangsung dengan lancar.

Minggu kedua kami mulai berkumpul dengan kelompok yang sudah dibagi sesuai dengan bidangnya dan geographical area nya. Misalnya, saya berkebetulan ingin belajar mengenai bidang kebijakan akhirnya saya tergabung dengan anak-anak yang ingin di bidang yang sama. Kemudian saya ditempatkan di area Sliema, maka saya juga tergabung dalam kelompok Sliema. Kelompok ini terdiri dari 5-6 orang.

Minggu ketiga kami mulai sangat detail membahas mulai dari apa saja yang ingin kami lakukan selama di Malta juga meliputi pertanyaan-pertanyaan atau metode seperti apa yang akan kami gunakan sehingga bisa menjawab pertanyaan yang telah kami rumuskan.

Detail demi detail kuesioner, pertanyaan untuk sesi wawancara, serta hal-hal lainnya pun kami presentasikan di depan kelas masing-masing kelompok. Sehingga masukan-masukan dari kelompok lain dalam menyukseskan kegiatan kami di Malta pun silih berganti dengan input yang bersifat konstruktif. Pembimbing kami, tiga dosen yang ahli di bidangnya masing-masing pun turut mengarahkan kami, baik dalam diskusi ataupun dalam metode-metode yang telah kami rancang. Uniknya beliau melakukan pembimbingan dengan 100% membiarkan mahasiswa nya untuk berkolaborasi secara kooperatif dengan mahasiswa lainnya. Beliau menyediakan ruangan untuk kami sebagai mahasiswa untuk berlatih dan mengekspresikan ide-ide kami.

Tidak melulu mengenai hal-hal serius di kelas. Namun, 30 orang yang tergabung dalam Malta group juga menjelma menjadi seperti keluarga tidak sebangsa :). Adanya tim kreatif menjadikan kami lebih akrab, tim kreatif membuat kami semakin akrab, mulai dari acara makan malam bersama, makan siang bersama hingga nonton bola bersama.
Tidak hanya itu, kehadiran tim dokumentasi (video) pun menambah tingkat produktifitas sebagai mahasiswa master pun meningkat. Mulai dari ide apa yang akan dijadikan output dari kegiatan European Workshop Malta kami hingga hasil-hasil fotografi mencerminkan kekompakkan kami satu persatu secara dalam satu koloni Malta.

Anyway tidak kalah penting untuk saya sebutkan yakni praktik lapang ini mulai dari akomodasi (penginapan dan sarapan pagi) dan tiket pesawat Amsterdam-Malta ditanggung oleh Wageningen University and Research, kecuali untuk kebutuhan pribadi, makan siang dan makan malam.

Kami yang kemudian terjun ke lapang selam kurang lebih 2 minggu pun memanfaatkan malam-malam kami di Malta dengan hampir selalu bereksplor indahny Malta. Terlepas dari itu semua, weekend kami jadwalkan benar-benar free sehingga tergantung tipe orang nya masing-masing mau berkegiatan apa. Ada yang memilih pergi ke tempat-tempat wisata yang menjadi ikon Malta seperti Azzura Windows, istirahat saja di penginapan hingga ada juga yang mengordinasikan untuk menyelam di laut Mediterania. Saya memilih untuk ikut bergabung dengan kelompok menyelam. Kapan lagi menyelam di Laut Mediterania bukan? 😀

Selain itu, yang lebih membuat saya merindukan kegiatan ini adalah ketika puasa pertama di bulan Ramadhan kebetulan waktu itu saya di Malta dan you know what? Teman-teman anggota kelompok Malta lainnya berinisiatif untuk mengadakan malam malam bersama dan waktunya adalah menunggu waktu berbuka puasa yang waktu itu sekitar jam 10 malam. Well, terharu juga dengan rasa toleransi dan inisiasi dinner yang dibuat.


Singkat cerita fiedwork kami selesai di tutup dengan sesi presentasi hasil penemuan kami di lapang dan laporan awal kepada client kami. Eitsss tidak hanya itu, kami masih membawa setumpukkan kertas hasil kuisioner, wawancara, dan bahan lainnya untuk siap kami analisis dan tulis sekembalinya ke Wageningen.


Tergabung dalam tim entry data dan analisis data. Saya berkecimpung dengan kertas-kertas yang siap untuk di analisis. Saya juga melakukan/tergabung dalam tim statistik. Hal ini saya tujukan karena saya ingin belajar statistik!!! Sebagai learning goal kali ini.

Alhamdulillah akhirnya setelah data di entri dan di analisis serta laporan telah dibuat dan dikumpulkan, presentasi pun usai dilakukan. Malta memberikan saya pelajaran banyak tentang cara bekerja dengan mahasiswa mahasiswa dengan kurang lebih 13 berkebangsaan yang berbeda. Patut saya tekankan, tiap negara ternyata memiliki tipe yang berbeda. Tidak hanya itu tiap individu pun berbeda!!!

Overall, European Workshop-Malta is the best course ever that I ever had.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *