Menulis Ilmiah Populer

Tertanggal 24 April 2016, pukul 11.00am. Bertempat di ruang C314, gedung Forum, Universitas Wageningen. Segelintir mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di WUR berkumpul saat acara baru dimulai. Akan tetapi, beberapa waktu berikutnya kursi-kursi di dalam ruangan mulai terisi.

Kegiatan yang diadakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Wageningen (PPIW) yang bertemakan menulis ilmiah populer. Kegiatan ini akan dipandu oleh Mba Nadya Karimasari mahasiswa PhD bidang Sociology of Development and Change. Beliau juga merupakan salah satu kontributor penulis dari majalah kampus (namanya: resource).

Beliau menyampaikan bahwa dalam kesempatan kali ini adalah layaknya sebuah pelatihan. Dimana peserta akan diajak ikut serta berlatih atau langsung dipraktekkan untuk menulis ilmiah popular. Beliu menyampaikan bahwa sesi ini adalah bukan sesi mengajarkan ilmu melainkan sesi saling berbagi dan tanya jawab serta belajar bersama. Banyak dari peserta pelatihan menulis ilmiaj popular menyatakan bahwa tak jarang ide sudah menumpuk namun jika dituliskan memiliki kesulitan tersendiri. Mulai dari bahasa yang kurang menarik, komentar terhadap tulisan yang kebanyakan dinilai kurang berkualitas.

Motivasi dari peserta juga kebanyakan ingin menulis agar tulisannya lebih meraik, bahasa yang digunakan tidak kaku, tulisannya lebih banyak tersebar dan agar bisa menggunakan bahasa yang sederhanan yang bisa dimengerti oleh semua kalangan dengan konten penelitian atau kajian keilmiannya tidak hilang dan terangkum secara merata. Selain itu, peserta mengharapkan dalam kesempatan kali ini dapat berbagi informasi pengetahuan atau opini masing-masing ke khalayak umum dengan bahasa yang mudah dimengerti dengan meminimalisir ‘bahasa dewa’ serta untuk mencari kawan untuk bisa saling memotivasi satu sama lain supaya lebih rajin menulis.

Kebanyakan dari artikel ilmiah popular di tolak oleh penerbit dikarenakan oleh beberapa hal. Pertama, bahasa tidak mudah dimengerti oleh semu  orang (hanya mencakup satu topik tertentu dan kalangan tertentu saja yang bisa mengerti). Kedua, isi dari tulisan tidak koheren dan isi tulisan sering terlalu luas serta tidak  terfokus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *