5ekawan minus 2 #Eurotrip #haripertama

Jumat, 15 Juli 2016.

Hari ini kami rencanakan untuk mengunjungi tempat-tempat di Amsterdam dan sekitarnya.Setelah kemarin sampai di Wageningen sekitar pukul 6 sore dan istirahat sejenak. Kami putuskan untuk berangkat hari ini lewat dari jam 9 pagi. Saya yang berkuliah di desa tercinta, Wageningen jujur saja tidak mengetahui banyak tentang tempat-tempat di Amsterdam dan bagaimana caranya kesana. Namun, tenang… aplikasi 9292 tentang transportasi di Belanda alhamdulillah sangat membantu dalam mengarahkan jenis transportasi apa saja yang bisa digunakan, kapan dan dimana dijelaskan secara mendetail dalam aplikasi ini. Untuk kamu yang ingin liburan ke Belanda atau ada kegiatan lainnya, aplikasi ini bisa di download dan tersedia baik di app store, android dan windows phone store juga. Sebelum kami memulai perjalanan, saya sempatkan untuk jalan-jalan pagi sedikit sekitaran kampus WUR yang menampung saya untuk belajar :).

DSCN0464 - Copy

Kampus Wageningen (Dokumentasi pribadi, copyright: Ani Maria)

Pertama-tama kami sempatkan melihat kota Amsterdam dan stasiun Amsterdam Centraal, stasiun yang di desain oleh Arsitek Belanda yang bernama Petrus Josephus Hubertus Cuypers atau Pierre Cuypers. Beliau juga berhasil mendesain Rijkmuseum dan beberapa tempat di Roermond. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Rijkmuseum, salah satu museum yang besar di Amsterdam dengan koleksi berbagai macam lukisan mulai dari lukisan karya Van Gogh yang terkenal dengan night watch nya hingga lukisan Rembrandt dan Waterloo. Untuk pergi ke Rijkmuseum, kita dapat mengambil transportasi dari Amsterdam Centraal berupa bus 172 menuju Kudelstaart via Amstelveen dan turun di Bus Stop CS Prins Hedrikplantsoen, atau bisa juga dengan naik Metro 53 menuju Gaasperplas berhenti di Metro Station Weesperplein (kurang lebih 4 menit), dan berjalan kurang lebih 3 menit menuju Bus/Tram Stop Weesperplein. Selanjutnya dengan naik Tram 7 menuju Slotermeer dan turun di Tram Stop Spiegelgracht, atau bisa juga dari langsung naik Tram 2 menuju Nieuw Sloten dan turun di Bus/Tram Stop Rijkmuseum. Pokoknya semua rute tergantung dengan jadwal yang ada, bisa berganti-ganti dan waktu tempuhnya pun berbeda-beda. Kawan-kawan cukup cari di aplikasi 9292 semuanya tersedia.

IMG_4278

Di depan Gedung Rijkmuseum (Dokumentasi pribadi: Agustin Capriati)

DSCN0002 - Copy

Salah satu karya lukisan di Rijkmuseum (Dokumentasi pribadi: Ani Maria)

DCIM100MEDIA

Di depan Rijkmuseum dengan I am sterdam yang mainstream 🙂 (Dokumentasi pribadi: Anita Puspita Sari dan Ani Maria)

Kemudian kami lanjutkan perjalanan ke Anne Frank House, namun apa daya sesampainya kami disana, antrian sudah panjang mengular yang jika diprediksi mungkin akan memakan waktu sekitar 3an jam untuk antri. Sempat kecewa dan kami urungkan niat untuk ikut antri, ini adalah kali ke-3 saya yang ingin masuk Anne Frank House namun tidak pernah jadi gegara antrian yang sudah mengular. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan untuk menyusuri kanal-kanal dan ikut canal cruise. Tour guide kami menceritakan tentang beberapa sejarah dari gedung-gedung yang ada di sekitar kanal. Termasuk juga dengan Heineken, salah satu brand minuman keras yang sangat terkenal di Belanda yang mana jaman dahulu air di Belanda sangat tidak higenis dan penuh bakteri sehingga mereka meminum bir sebagai pengganti air putih biasa. Bahkan pada waktu itu, anak kecil pun tidak diperbolehkan meminum air putih melainkan bir. Percaya tidak percaya sih, tapi itulah yang beliau ceritakan kepada kami para turis nya.

IMG_4297 - Copy

Pemandangan perjananan canal cruise-Amsterdam (Dokumentasi pribadi: Anita Puspita Sari)

IMG_4299 - Copy

Canal Cruise – Amsterdam (Dokumentasi pribadi: Anita Puspita Sari)

Karena matahari masih bersahabat dan malam pun datangnya lambat. Kami lanjutkan kembali perjalanan ke Zaanse Schan, salah satu tempat di Belanda yang masih kental dengan identitas Belandanya dimana ada banyak kincir angin dan cheesemaking serta klompen. Area ini dibuka untuk umum secara gratis. Kalau kawan-kawan ingin mengunjungi tempat ini dari Amsterdam Centraal bisa langsung naik BUS 391 yang menuju ke Zaandam Zaanse Schans dari Bus Stop CS Ijzijde dan turun di Bus Stop Zaanse Schands, Zaandam. Letak halte bus ini, jika dari arah ikon nya Amsterdam Centraal ikuti tanda CS Ijzijde dan naik satu lantai.

IMG_4406 - Copy

Ikon kincir angin di Zaanse Schans (Dokumentasi pribadi: Anita Puspita Sari)

DCIM100MEDIA

Klompen (sepatu kayu) di Zaanse Schans (Dokumentasi Pribadi: Anita Puspita Sari)

Beruntungnya kami yang datang di sore hari, sehingga tidak banyak dan tidak bersaing dengan turis-turis lainnya untuk berfoto dengan kincir angin dan view khas Belanda. Akan tetapi, kami tidak bisa menyaksikan demo/proses pembuatan klompen dan keju secara langsung. Bagi kami, yang penting perjalanan ini kami nikmati, tidak terburu-buru dan tidak bersumpel-sumpelan atau ujel-ujelan kalau orang jawa bilangnya dengan makhluk-makhluk yang namanya turis :D.

DCIM100MEDIA

Zaanse schans (Dokumentasi Pribadi: Ani Maria und Anita Puspita Sari)

Mengakhiri hari kami mampir di Utrecht Centraal dan makan malam spareribs di restauran orang Turki atau Pakistan yang berada tidak jauh dari stasiun (arah menuju Masjid di Utrecht). Alhamdulillah, hari itu sangat menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *