Kilas balik 13 Agustus 2015

Tulisan ini harusnya sudah saya terbitkan pada 13 Agustus 2016, 3 hari yang lalu. Namun maaf, masih tersimpan sebagai draft karena memang tidak memiliki kesempatan waktu untuk menulis. Saya akan ulas kembali hari ini!

13 Agustus 2015, tepat satu tahun yang lalu. Saya menginjakkan kaki ke benua biru, benua Eropa, benua yang terkenal dengan negara-negara besar seperti Jerman, Belanda, Perancis, Swiss, Firlandia, dan masih banyak lainnya. Hari itu, saya ingat saya sampai sekitar pukul 9an pagi waktu Belanda. Saya ingat ketika pertama kali menggunakan bus biru dari Stasiun Ede-Wageningen untuk ke Wageningen University and Research Center (WUR). Kampus yang akan menyematkan tanda MSc untuk saya. Aamiin.

Ada rasa ragu, menyesal dan tidak bersyukur kala itu. Ketika hampir semua kawan-kawan lainnya semangat untuk berfoto di depan gedung yang menjadi kebanggaan WUR, gedung yang menjadi ikon kampus, FORUM namanya. Gedung ini adalah gedung pertama kali yang saya kunjungi untuk melakukan proses administrasi kampus mulai dari pengambilan kunci kamar hingga urusan pendaftaran kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa yang disebut Annual Introduction Day (AID).

Saya ingat waktu itu, saya hanya mengikut arus, mengikuti orang melakukan proses ini, saya juga ikut, orang melakukan proses itu saya juga ikut. Iya, memang kala itu saya senang mendapatkan beasiswa dan kesempatan bersekolah ke luar negeri. Tetapi juga saya sedih, karena harapan menyematkan tanda MSc di Jerman harus tergantikan. Well, setelah sekarang satu tahun berlalu, lagi-lagi ternyata saya menemukan jawabannya dari rencana ALLAH yang selalu lebih baik, lebih indah dan lebih dari segalanya.

Alhamdulillah dalam satu tahun belakangan saya bisa bergabung dalam program committee di program studi Aquaculture and Marine Resource Management, juga bisa ikut berkontribusi sedikit di PPI Belanda (sangat sedikit), berhasil menulis satu artikel melalui lomba Pemuda Maritim, berhasil menyelesaikan semua mata kuliah dan masih ada beberapa hal lainnya yang masih dalam proses yang saya yakini akan berbuah manis pula jika saya lakukan dengan maksimal dan nerimo secara ikhlas rencana yang sudah dibuatkan ALLAH untuk saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *